Denyut rinduku masih gundah menagih waktu
Meski semalam kau telah bersamaku
Menjawab resahnya hati acap kali kau tak ku sentuh
Tiada jemu netraku menatap raut wajahmu yang teduh
Hingga sempurna bayangmu terlukis difikirku
Mengisi tiap celah kosong anganku yang tertuju padamu
Merangkul hati di atas guratan aksara jiwa
Jika saja aku boleh meminta
Ku ingin malam hadir sedikit lebih lama
Biar ku nikmati garis kerinduan ditautan asmara kita
Mengumbar cinta pada dinding malam yang terdiam
Membelah waktu dalam indahnya cinta
Hingga meski purnama hanya separuh
Takan kelabu wajah langit tersenyum tanpa ragu
Aakkkhhhh....
Sungguh kau telah buatku menggila dalam cinta
Tak bermakna Semua yang ada padaku
Bila kau menjauh dan berlalu dariku
Seakan mati jemariku tuk bercerita
Kau dan selalu kau dibayang rinduku
Meski semalam kau telah bersamaku
Menjawab resahnya hati acap kali kau tak ku sentuh
Tiada jemu netraku menatap raut wajahmu yang teduh
Hingga sempurna bayangmu terlukis difikirku
Mengisi tiap celah kosong anganku yang tertuju padamu
Merangkul hati di atas guratan aksara jiwa
Jika saja aku boleh meminta
Ku ingin malam hadir sedikit lebih lama
Biar ku nikmati garis kerinduan ditautan asmara kita
Mengumbar cinta pada dinding malam yang terdiam
Membelah waktu dalam indahnya cinta
Hingga meski purnama hanya separuh
Takan kelabu wajah langit tersenyum tanpa ragu
Aakkkhhhh....
Sungguh kau telah buatku menggila dalam cinta
Tak bermakna Semua yang ada padaku
Bila kau menjauh dan berlalu dariku
Seakan mati jemariku tuk bercerita
Kau dan selalu kau dibayang rinduku





0 comel/ensem:
Post a Comment