Jam dinding berdetak lirih.. Ya, aku rindu.
Semua terasa pelan berjalan. Entah ingin kemana.
Yang aku tahu hanya, aku rindu.

Waktu seperti berjalan lambat membuntutiku dari belakang, berjalan lunglai.
Berjalan menuju entah kemana. Tanpa sebuah tujuan.
Aku hanya tahu satu hal, aku cuma rindu.
Nyanyian rindu bergema diseluruh kalbu.
Tolonglah.. Bantulah.. Kurangilah rasa rindu yang tersesat ini.
Rindu ini butuh tempat untuk menumpang.
Hatimu, pinjamkan hatimu bantar sebentar untuknya berteduh.
Dia terlalu lama berjalan, kehujanan dan kepanasan dia nikmati diperjalanan sendiri.
Nyanyian rindu, bersenandung diputaran arus hitam.
Dia seperti putus asa. Dia tersesat tak tahu arah pulang.
Bolehkah? Bolehkah dia menumpang menginap di dirimu sebentar?
Karena rindu ini hanya tahu jalan menujumu. Dan enggan kembali menujuku.
Biarkan dia singgah di sana agar bahagia walau sesaat.
Dia, rindu.
Rindu yang ingin aku titipkan.
Dia, rindu.
Rindu yang selalu menuliskan namamu.
Dia, rindu.
Rindu padamu.
Nyanyian rindu bergema diseluruh kalbu.
Tolonglah.. Bantulah.. Kurangilah rasa rindu yang tersesat ini.
Rindu ini butuh tempat untuk menumpang.
Hatimu, pinjamkan hatimu bantar sebentar untuknya berteduh.
Dia terlalu lama berjalan, kehujanan dan kepanasan dia nikmati diperjalanan sendiri.
Nyanyian rindu, bersenandung diputaran arus hitam.
Dia seperti putus asa. Dia tersesat tak tahu arah pulang.
Bolehkah? Bolehkah dia menumpang menginap di dirimu sebentar?
Karena rindu ini hanya tahu jalan menujumu. Dan enggan kembali menujuku.
Biarkan dia singgah di sana agar bahagia walau sesaat.
Dia, rindu.
Rindu yang ingin aku titipkan.
Dia, rindu.
Rindu yang selalu menuliskan namamu.
Dia, rindu.
Rindu padamu.




0 comel/ensem:
Post a Comment